BACALAH PUISI BERIKUT INI!
PANORAMA ILLAHI
Karya Mahatmanto
Di titikan air mata yang bergantungan
pada bulu-bulu pelapuk
-air mata derita, cinta dan dosa-
tampak olehku panorama Illahi
-dalam surga cahaya-
di mana aku mereguk kenikmatan:
-hidup tidak-tidak pun mati!
Aku tak mau berlalu
Sungguh,jangan diminta pergi, pintaku
Jika air mata jatuh, merembes ke bumi
padaku tak tampak apa-apa lagi
Hilang pandangan dan rasaku
tak akan kudapati kembali
(Mimbar Indonesia, Nomor 21, Tahun ke-4, 27 Mei 1950, hlm.21)
SETELAH MEMBACA PUISI DIATAS, JAWABLAH PERTANYAAN DI LINK INI!
0 Comments:
Posting Komentar