Kemenbud
Luncurkan Program GSMS dan BBM Tahun 2025
Kompas.com - 10/07/2025, 16:35 WIB
Melvina Tionardus
KOMPAS.com
- Kementerian Kebudayaan RI meluncurkan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah
(GSMS) dan Belajar Bersama Maestro (BBM) tahun 2025. Kedua program ini
melibatkan pemerintah daerah, seniman, sekolah tingkat dasar dan menengah, dan
maestro di bidang seni. Keduanya juga program prioritas Kementerian Kebudayaan
untuk menghubungkan langsung antara ekosistem kebudayaan dengan ekosistem
pendidikan dasar dan menengah di Indonesia. Para generasi muda akan merasakan
pengalaman langsung belajar bersama para seniman lokal dan maestro budaya.
Program GSMS menyasar pelajar di jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Sedangkan BBM berfokus kepada mereka yang berada di jenjang pendidikan tinggi.
Menteri
Kebudayaan Fadli Zon menyebut para maestro adalah aset nasional kita.
"Dengan berbagai macam keahlian, kemampuan, pengalaman, wisdom, kebijakan,
apa yang mereka miliki saat ini saya kira perlu kita wariskan, kita teruskan,
kita lanjutkan estafet, estafetnya kepada generasi muda terutama pada siswa.
Itu untuk BBM," kata Fadli Zon dalam pidato di Gedung Kementerian
Kebudayaan, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/7/2025). Fadli berharap program ini
membentuk satu platform di mana Kementerian Kebudayaan bersama pemerintah
daerah memfasilitasi masuknya para seniman, budayawan ke sekolah di daerah
masing-masing untuk mengajarkan, melatih, memberi inspirasi dan pengalaman yang
mungkin bisa menentukan jalan hidup mereka di masa-masa akan datang. Sementara
Gerakan Seniman Masuk Sekolah menjadi jembatan penting agar seni tidak terpisah
dari dunia pendidikan formal. "Dengan kehadiran seniman sekolah, siswa tak
hanya belajar seni sebagai teori, tapi juga menghidupi semangatnya, memahami
konteks budayanya, merasakan nilai-nilai spiritual, estetika, sosial, dan
praktik seni tersebut langsung di tempat masing-masing," jelas Fadli.
Program
GSMS berupaya untuk memperkuat praktik seni budaya di satuan pendidikan mulai
dari SD, SMP, SMA, dan SMK. Serta, menggelorakan semangat kolaborasi dan kerja
berjejaring Kementerian Kebudayaan bersama dengan pemerintah daerah, dengan
sekolah-sekolah untuk berupaya gerakan menyeluruh dengan melibatkan warga
sekolah untuk bersama-sama memacu kapasitas seni budaya yang begitu kaya dan
beragam. GSMS melibatkan 220 seniman dan 224 sekolah pendamping. Kegiatan ini
akan berlangsung mulai 28 Juli hingga 28 November 2025. Sementara BBM tahun ini
diikuti 60 anak muda yang terpilih, berusia 18-25 tahun. Mereka bakal menjalani
kegiatan mulai 20 Juli sampai 18 Agustus 2025 di enam bidang seni yang
dibimbing langsung oleh maestro Indonesia.
Para
maestro tersebut adalah maestro sastra Gus TF Sakai (Padang Panjang),
pedalangan bersama Ki Purbo Asmoro (Solo), teater bersama Iman Soleh (Bandung),
menari bersama Didik Nini Thowok (Yogyakarta), musik keroncong bareng Sundari
Soekotjo (Jakarta), dan seni lukis bersama Nasirun (Yogyakarta).
https://www.kompas.com/edu/read/2025/07/10/163516571/kemenbud-luncurkan-program-gsms-dan-bbm-tahun-2025
Kerjakan link di bawah ini !
0 Comments:
Posting Komentar