Bacalah karya fiksi di bawah ini dan kerjakan soa berikut ini!
SANGKURIANG
Pada zaman dahulu, ada sebuah cerita tentang seorang
putri dari Jawa Barat bernama Dayang Sumbi. Dia memiliki seorang putra bernama Sangkuriang.
Suatu hari, Sangkuriang sedang berburu dengan kapal tundanya. Sangkurian juga
tidak mengetahui bahwa sang anjing itu adalah titisan dari Parlemen dan
ayahnya.
Saat itu, Tumang tidak mau menuruti perintah
pertandingan dengan São Courier. Kemudian Tumanga didorong ke dalam hutan.
Kemudian, Sangkuriang kembali ke istana dan memberitahu ibunya. Kemudian Dayang
Sumbi tiba-tiba marah dan memukul kepala Sangkuriang dengan sendok di
tangannya.
Sangkuriang tersinggung dan kecewa dengan
perlakuan ibunya dan memutuskan untuk mengembara. Setelah kejadian itu, ibunya
merasa kasihan padanya. Lalu sang ibu selalu berdoa dan bertapa. Suatu ketika
akhirnya para dewa memberi mukjizat dengan memberinya kecantikan yang abadi.
Setelah bertahun tahun mengembara, Sangkuriang kemudian berniat untuk kembali
ke istana, yakni ke tanah airnya sendiri.
Namun. rupanya keadaan kerajaan sudah berbeda
dan telah berubah total sejak kepergian Sangkuriang dahulu. Sampai akhirnya ia
bertemu gadis cantik dan sangat mempesona, yang ternyata adalah dayang sumbi
(ibunya sendiri). Atas kecantikannya, Sangkuriang pun terpesona dan segera
melamarnya. Suatu hari, Sangkuriang mengucapkan selamattinggal pada
perburuan dan memintanya untuk memangkas rambut calon suaminya.
Namun, Dayang Sumbing terkejut karena menemukan bahwa bekas luka di kepalanya identik dengan bekas luka putranya, dan ketika dia mengamatinya, itu sangat mirip. Setelah itu, Dayang Sumbing mencari cara untuk mengakhiri pernikahannya. Jika Ia ingin mengubur kisah tragisnya dengan sang anak, maka harus mengarungi sungai Citarum dan membuat penyeberangan sungai besar harus diselesaikan sebelum fajar menyingsing.
Sangkuriang mengerjakan hal tersebut tidak sendiri, namun di bantu oleh para makhluk ghaib. Rupanya Dayang Sumbing mengintip atas pekerjaan Sangkuriang yang hampir selesai. Kemudian Dia memerintahkan pasukannya untuk menggelar kain merah di sebelah timur kota agar terlihat terang. Melihat hal itu Sangkuriang mengira hari sudah pagi dan ia pun marah besar. Ia pun menendang sampan buatannya tersebut dengan kekuatannya hingga sampan raksasa tersebut tiba di sebuah gunung yang akhirnya gunung tersebut diberi nama tangkuban perahu.
Kerjakan Link dibawah ini
0 Comments:
Posting Komentar