Amanat Pembina Upacara Hari Pahlawan 2025 Resmi Kemensos RI
Assalamu'alaikum
warahmatullaahi wabarakaatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan
kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama
yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga
hari ini.
Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka
berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan
belum mereka kenal, yaitu kita semua yang berdiri di sini hari ini.
Para Pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari
langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan,
dan keikhlasan. Karenanya, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari para
pahlawan bangsa:
PERTAMA, KESABARAN PARA PAHLAWAN.
Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu
momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka
tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan. Dari
kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak
diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan.
KEDUA, SEMANGAT UNTUK MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN BANGSA DI ATAS SEGALANYA.
Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak
menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru
kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.
Di situlah letak kehormatan sejati: bukan pada posisi yang dimiliki,
tetapi pada manfaat yang ditinggalkan.
KETIGA, PANDANGAN JAUH KE DEPAN.
Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran
bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari
ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah
berarti meninggalkan amanah kemanusiaan. Ini adalah modal besar bagi generasi
kita saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi
kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang
selama ini telah ditunaikan.
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,
Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan
dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama; membela yang
lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa
yang tertinggal dari arus kemajuan.
Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo
Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan,
menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat,
cerdas, dan berdaya.
Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji: bahwa kemerdekaan ini tidak
akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita,
bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus.
Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini
giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan
bekerja, bergerak dan berdampak.
PAHLAWANKU TELADANKU, TERUS BERGERAK, MELANJUTKAN PERJUANGAN.
Jakarta, 10 November 2025
Menteri Sosial RI
Saifullah Yusuf
Berikut tautan untuk mengerjakan soal literasi !
0 Comments:
Posting Komentar