GLS 27 November 2025

Bacalah Teks Pidato berikut ini! 

Pidato Hari Guru Nasional 2025 Resmi Kemendikdasmen, 
Tema: Pengabdian Guru di Tengah Tantangan Zaman

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera dan bahagia untuk kita semua.

Yang saya hormati para guru, staf sekolah, serta seluruh peserta upacara yang saya banggakan,

Setiap tanggal 25 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Guru Nasional sebagai ungkapan syukur dan penghargaan atas dedikasi para pendidik yang telah mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi penerus. Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk merenungkan kembali betapa besarnya peran guru dalam perjalanan hidup kita semua. Menjadi guru bukan sekadar profesi yang dijalankan sebagai rutinitas, melainkan panggilan jiwa yang menuntut pengorbanan, ketekunan, dan keikhlasan.

Di tengah derasnya arus perkembangan zaman, para guru berada pada posisi yang tidak mudah. Dunia pendidikan berubah dengan cepat: kurikulum diperbarui, cara belajar generasi muda bergeser, teknologi berkembang tanpa henti. Semua itu menuntut guru untuk terus beradaptasi, mempelajari hal-hal baru, dan meninggalkan cara-cara lama yang mungkin sudah tidak relevan. Namun, di balik semua perubahan itu, satu hal yang tetap melekat pada sosok guru adalah semangat mereka untuk mendidik tanpa pamrih.

Tidak jarang seorang guru menghabiskan waktu berjam-jam di luar tugas formalnya. Ada guru yang masih sibuk mempersiapkan materi ketika siswa sudah pulang, ada yang memikirkan strategi agar pembelajaran lebih menarik, bahkan ada yang rela menjadi tempat curhat bagi siswa yang sedang menghadapi masalah pribadi. Mereka bukan hanya hadir sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang mengerti bahwa setiap anak memiliki kebutuhan dan tantangan masing-masing.

Kita sering melihat bagaimana guru mencoba memahami karakter siswa satu per satu, menyesuaikan gaya mengajar mereka agar semua dapat mengikuti pelajaran. Ini bukan pekerjaan ringan. Dibutuhkan kesabaran, empati, dan keteguhan hati. Banyak di antara kita mungkin tidak menyadari bahwa di balik setiap tugas yang kita kerjakan dan setiap keberhasilan yang diraih, ada sosok guru yang pernah percaya pada kemampuan kita, bahkan ketika kita sendiri belum yakin.

Hari ini, marilah kita renungkan kembali betapa mulianya profesi ini. Guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi menanamkan nilai, membentuk karakter, dan menumbuhkan harapan. Dari ruang kelas yang sederhana hingga sarana belajar yang modern, guru selalu menjadi cahaya bagi generasi masa depan. Tanpa mereka, kita mungkin tidak akan berdiri di tempat kita sekarang.

Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih menghargai keberadaan guru. Penghargaan bukan hanya diberikan dalam bentuk ucapan, tetapi juga melalui tindakan: menghormati mereka, mendengarkan nasihat mereka, mengikuti arahan mereka, dan menjaga nama baik sekolah serta diri sendiri sebagai wujud penghormatan terhadap jerih payah mereka.

Semoga para guru selalu diberi kesehatan, kesabaran, dan kekuatan untuk terus menjalankan tugas mulia ini. Semoga setiap lelah mereka dibalas dengan kemajuan anak-anak bangsa yang kelak mampu membawa Indonesia menjadi negara yang semakin maju dan bermartabat.

Selamat Hari Guru Nasional. Terima kasih atas segala pengabdian, ketulusan, dan cinta yang telah diberikan bagi pendidikan anak-anak Indonesia.

Kerjakan soal berikut ini 
Share:

GLS 20 NOVEMBER 2025

 

Turnamen Sepak Bola

 

Sekolah SMP Negeri 1 Bianglala mengadakan turnamen sepak bola antar kelas. Setiap gol yang dicetak bernilai 3 poin, dan setiap gol yang kebobolan bernilai -1 poin. Tim 7A berhasil mencetak 5 gol dan kebobolan 2 gol. Sementara itu Tim 7B berhasil mencetak 4 go dan kebobolan 1 gol.

 

Pertanyaan:

1.     Berapa skor akhir Tim 7A?

2.     Berapa skor akhir Tim 7B?

3.     Tim manakah yang memenangkan pertandingan?

 

Jawab pertanyaan tersebut pada link berikut: https://forms.gle/gfdRWXoGJJFT7AFW7

Share:

GLS Kamis, 13 November 2025

 Amanat Pembina Upacara Hari Pahlawan 2025 Resmi Kemensos RI

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua,
Om Swastiastu,
Namo Buddhaya,
Salam Kebajikan.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini.

Dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, mereka berjuang bukan demi dirinya sendiri, tetapi demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal, yaitu kita semua yang berdiri di sini hari ini.

Para Pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit. Kemerdekaan lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan. Karenanya, ada tiga hal yang dapat kita teladani dari para pahlawan bangsa:

PERTAMA, KESABARAN PARA PAHLAWAN.

Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi, sabar menunggu momentum, dan sabar membangun kebersamaan di tengah segala keterbatasan. Mereka tetap bersabar meski menghadapi perbedaan pandangan dan jalan perjuangan. Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan.

KEDUA, SEMANGAT UNTUK MENGUTAMAKAN KEPENTINGAN BANGSA DI ATAS SEGALANYA.

Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan, tidak menuntut balasan, tidak mengincar apa yang ditinggalkan penjajah. Mereka justru kembali ke rakyat, mengajar, membangun, menanam, dan melanjutkan pengabdian.

Di situlah letak kehormatan sejati: bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan.

KETIGA, PANDANGAN JAUH KE DEPAN.

Para pahlawan berjuang untuk generasi yang akan datang, untuk kemakmuran bangsa yang mereka cintai. Dan menjadikan perjuangan ini sebagai bagian dari ibadah, darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan. Ini adalah modal besar bagi generasi kita saat ini. Semangat perjuangan yang pantang menyerah, adalah kekuatan bagi kita dan generasi mendatang untuk meneruskan cita-cita para pahlawan yang selama ini telah ditunaikan.

Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, empati, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama; membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan.

Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya.

Hari ini, mari kita bersyukur dan berjanji: bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita, bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih, dan melayani lebih tulus. Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, maka kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak pernah padam. Dengan bekerja, bergerak dan berdampak.

PAHLAWANKU TELADANKU, TERUS BERGERAK, MELANJUTKAN PERJUANGAN.

Jakarta, 10 November 2025

Menteri Sosial RI

Saifullah Yusuf


Berikut tautan untuk mengerjakan soal literasi !

https://forms.gle/hvyfiRgXtriLjiE27

Share:

GLS 6 November 2025

 Bacalah berita berikut ini!

POLRES PURBALINGGA UNGKAP KASUS PEMBUNUHAN PEREMPUAN DI WIRASANA PURBALINGGA

Polres Purbalingga – Kasus pembunuhan seorang perempuan di rumah kontrakan wilayah Kelurahan Wirasana, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, akhirnya terungkap. Satreskrim Polres Purbalingga berhasil menangkap pelaku beserta sejumlah barang buktinya.

 

Kapolres Purbalingga AKBP Achmad Akbar dalam konferensi pers menyampaikan, peristiwa dugaan tindak pidana pembunuhan terjadi pada hari Senin (20/10/2025), diketahui sekira pukul 21.15 WIB di sebuah rumah kontrakan yang berlokasi di Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Wirasana

 

Korban diketahui berinisial W, perempuan umur 45 tahun warga Kelurahan Purbalingga Kidul, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga. Korban tinggal di rumah kontrakan yang menjadi TKP pembunuhan, jelas Kapolres didampingi Wakapolres Kompol Agus Amjat dan Kasat Reskrim AKP Siswanto, Senin (3/11/2025).

 

Hasil pemeriksaan, diketahui korban meninggal dunia akibat tindakan orang lain, menggunakan senjata tajam. Setelah dilakukan penyelidikan, tim akhirnya berhasil mengidentifikasi pelaku.

 

Dalam perkembangannya pada hari Jumat (31/10/2025) tim Resmob Satreskrim Polres Purbalingga berhasil mengamankan pelaku di wilayah Yogyakarta,” ujar Kapolres.

 

Pelaku diketahui berinisial G alias Gugun, umur 38 tahun, seorang buruh harian lepas asal Desa Pendowo, Dusun Balong, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung.

 

Dari hasil pemeriksaan dan pendalaman, untuk saat ini kami menyimpulkan bahwa pembunuhan dilakukan karena faktor emosi. Analisa kami juga menyimpulkan pelaku telah merencanakan aksi pembunuhan ini,” tambah Kapolres.

 

Barang bukti yang diamankan antara lain satu buah kapak yang digunakan pelaku untuk melakukan perbuatannya. Selain itu, sejumlah barang lainnya yang terkait dengan kasus tersebut.

 

Kapolres menambahkan terhadap pelaku sudah diproses sesuai ketentuan. Diterapkan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan berencana, dengan ancaman hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau pidana penjara selama-lamanya 20 tahun.

 

Dari keterangan, pelaku mengaku memiliki hubungan asmara dengan korban yang sudah berjalan lama. Dalam interaksi keduanya, terjadi konflik yang berkelanjutan sehingga menjadi akumulasi emosi yang diluapkan pelaku dengan melakukan pembunuhan.

 

(Humas Polres Purbalingga)




Kerjakan soal pada link berikut ini https://forms.gle/qXEvSAVsP7HkgJqS9

Share: