GLS 30 Januari 2024

 Bacalah karya fiksi di bawah ini dan kerjakan soa berikut ini!

SANGKURIANG

Pada zaman dahulu, ada sebuah cerita tentang seorang putri dari Jawa Barat bernama Dayang Sumbi. Dia memiliki seorang putra bernama Sangkuriang. Suatu hari, Sangkuriang sedang berburu dengan kapal tundanya. Sangkurian juga tidak mengetahui bahwa sang anjing itu adalah titisan dari Parlemen dan ayahnya.

Saat itu, Tumang tidak mau menuruti perintah pertandingan dengan São Courier. Kemudian Tumanga didorong ke dalam hutan. Kemudian, Sangkuriang kembali ke istana dan memberitahu ibunya. Kemudian Dayang Sumbi tiba-tiba marah dan memukul kepala Sangkuriang dengan sendok di tangannya.

Sangkuriang tersinggung dan kecewa dengan perlakuan ibunya dan memutuskan untuk mengembara. Setelah kejadian itu, ibunya merasa kasihan padanya. Lalu sang ibu selalu berdoa dan bertapa. Suatu ketika akhirnya para dewa memberi mukjizat dengan memberinya kecantikan yang abadi. Setelah bertahun tahun mengembara, Sangkuriang kemudian berniat untuk kembali ke istana, yakni ke tanah airnya sendiri.

Namun. rupanya keadaan kerajaan sudah berbeda dan telah berubah total sejak kepergian Sangkuriang dahulu. Sampai akhirnya ia bertemu gadis cantik dan sangat mempesona, yang ternyata adalah dayang sumbi (ibunya sendiri). Atas kecantikannya, Sangkuriang pun terpesona dan segera melamarnya. Suatu hari, Sangkuriang mengucapkan selamat
tinggal pada perburuan dan memintanya untuk memangkas rambut calon suaminya.


Namun, Dayang Sumbing terkejut karena menemukan bahwa bekas luka di kepalanya identik dengan bekas luka putranya, dan ketika dia mengamatinya, itu sangat mirip. Setelah itu, Dayang Sumbing mencari cara untuk mengakhiri pernikahannya. Jika Ia ingin mengubur kisah tragisnya dengan sang anak, maka harus mengarungi sungai Citarum dan membuat penyeberangan sungai besar harus diselesaikan sebelum fajar menyingsing.

Sangkuriang mengerjakan hal tersebut tidak sendiri, namun di bantu oleh para makhluk ghaib. Rupanya Dayang Sumbing mengintip atas pekerjaan Sangkuriang yang hampir selesai. Kemudian Dia memerintahkan pasukannya untuk menggelar kain merah di sebelah timur kota agar terlihat terang. Melihat hal itu Sangkuriang mengira hari sudah pagi dan ia pun marah besar. Ia pun menendang sampan buatannya tersebut dengan kekuatannya hingga sampan raksasa tersebut tiba di sebuah gunung yang akhirnya gunung tersebut diberi nama tangkuban perahu.

Kerjakan Link dibawah ini 

 https://forms.gle/YBNk2LivUcg3zrvd7

Share:

GLS 23 Januari 2025

 Beribadah Hanya Kepada Allah


Ibadah mencakup semua perbuatan yang dicintai dan di ridhai Allah SWT. baik perkataan ataupun perbuatan, baik wajib maupun sunnah.

ibadah juga mencakup perbuatan yang terlihat (zahir), seperti pada rukun islam yaitu shalat dll, serta perbuatan yang tersembunyi (bathin) seperti mencintai Allah SWT dan Rasulnya, dan tawakal

Secara umum ibadah terbagi menjadi 2, yaitu:

ibadah mahdhah dan ibadah ghairuh mahdhah, ibadah mahdhah adalah ibadah yang berupa pengabdian langsung kepada Allah SWT, seperti yang tercakup dalam rukun islam: syahadat, sholat, puasa, zakat, haji.

ibadah ghairuh mahdhah adalah semua perbuatan yang bermanfaat untuk sesamam manusia dan lingkungannya, yang diniatkan untuk beribadah kepada Allah SWT, contohnya: bekerja, belajar, makan dan minum semua yang diniatkan kepada Allah SWT.


Jawab pertanyaan di link di bawah ini

https://forms.gle/eMRp1AUS3TK8mm6q9

Share:

GLS 9 JANUARI 2024

 

Liburanku bersama Keluarga

 

Selama liburan sekolah yang dinanti-nanti, aku memutuskan untuk menghabiskan waktu bersama keluargaku. Setelah melalui tahun yang penuh kesibukan dengan pekerjaan dan aktivitas sekolah, aku merasa bahwa liburan adalah saat yang tepat untuk menguatkan hubungan keluarga.

Pada hari pertama liburan, aku dan keluargaku pergi ke pantai. Kami bermain-main di pasir, berenang di laut, dan menikmati matahari bersama. Aku merasa bahagia melihat senyum di wajah orang tua dan saudara-saudaraku. Kami bertukar cerita, tertawa bersama, dan menikmati waktu berkualitas yang tak tergantikan.

Selanjutnya, keluargaku memutuskan untuk pergi berkemah. Kami menyiapkan tenda di tengah hutan dan memasak makanan di atas api unggun. Aku belajar cara memasak bersama ibu, sementara ayah mengajari adikku, Wisnu, cara memancing. Kami menghabiskan waktu di alam, menjelajahi jalur hiking, dan bermain permainan keluarga di sekitar api unggun. Aku merasa hangat dan bersyukur atas momen-momen seperti ini yang mempererat ikatan mereka sebagai keluarga.

Pada akhir liburan, aku dan keluarga menghabiskan waktu bersantai di rumah. Kami menonton film favorit, membaca buku bersama, dan bermain permainan papan. Aku merasakan kehadiran dan kasih sayang keluarga dengan lebih kuat dari sebelumnya.

Liburan bersama keluarga memberi aku waktu untuk benar-benar terhubung dengan mereka, menghilangkan kejenuhan dan stres dari kehidupan sehari-hari. Aku menyadari bahwa keluarga adalah tempat ia merasa dicintai, diterima, dan dihargai sepenuh hati. Liburan ini memberiku pelajaran berharga tentang pentingnya menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai dan menghargai hubungan keluarga yang tak ternilai.


Kerjakan soal pada link berikut ini!

https://forms.gle/PYMg9kunDTPgixJG6


Share: