DAMPAK POSITIF LA NINA

 Perhatikan ilustrasi dan teks berikut!

Ayah Lisa adalah seorang petani. Selain menyikapi dampak negatif datangnya musim penghujan, ayah Lisa juga memanfaatkan dampak positif musim penghujan untuk kelangsungan pertaniannya. Menurut ayah Lisa, La Nina memberikan banyak dampak positif pada sektor pertanian. Kemudian, Lisa mencari tahu apa saja dampak positif dari La Nina.  


DAMPAK POSITIF LA NINA



Dekan Sekolah Vokasi UGM Agus Maryono yang juga merupakan pakar Ekohidrolik dan pelopor restorasi sungai Indonesia mengatakan bahwa seharusnya tahun basah (musim penghujan) bisa dimanfaatkan. Daerah kering dan semi kering juga dapat memanfaatkan air yang berlimpah. Dengan adanya tahun basah, air tanah bisa terisi secara maksimal, begitu pula dengan danau, situ, serta telaga. Alur sungai pun dapat terbentuk dengan sempurna. Masyarakat di sekitar sungai dapat melakukan susur sungai sehingga mereka akan mengetahui sungai yang bisa digunakan untuk mitigasi serta sungai yang memiliki potensi wisata, potensi sumber air, dan potensi perikanan.

Selain itu, Rizaldi Boer dari Pusat Pengelolaan Risiko dan Peluang Iklim Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan, La Nina juga mempunyai manfaat bagi pertanian pangan. La Nina memberi peluang untuk percepatan tanam serta perluasan area tanam padi, baik di lahan sawah irigasi, tadah hujan, maupun ladang. Lebih lanjut, La Nina dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan areal tanam pada musim hujan, khususnya untuk daerah lahan kering. Petani disarankan untuk memanfaatkan mundurnya akhir musim hujan dengan menanam tanaman umur pendek dan berekonomi tinggi. Tak hanya itu, petani juga dapat melakukan adaptasi teknik budidaya pada daerah endemik banjir dan pertanian lahan kering di lahan gambut.

Dampak positif La Nina yang lain adalah dapat meningkatkan produksi perluasan lahan pasang surut. Lahan pesisir juga akan berkembang lebih baik karena salinitas dapat dikurangi dan perikanan darat bisa dikembangkan lebih awal. Dari segi sumber daya air, menurut Direktur Bina Teknik SDA Kementerian PU-Pera Eko Winar Irianto, kondisi La Nina dapat memenuhi kapasitas energi maksimum pada operasional waduk, sementara dalam kondisi El Nino energi yang dihasilkan akan berkurang.

 

Sumber: Thenniarti, Dian. 2020. “Manfaat dan Peluang Positif Tahun Basah La Nina”. Info Publik. Diakses dan diadaptasi Februari 2021. https://infopublik.id/kategori/nasional-sosial-budaya/500501/manfaat-dan-peluang-positif-tahun-basah-la-nina


Kamu sudah membaca semua tulisan tentang Dampak Positif La Nina yaaa....? Sekarang, coba jawab pertanyaan dengan cara klik link berikut ini yaaaa....

SOAL GLS 210923
Share:

Cerpen : Mie Ayam Bakso (GLS/Kamis, 7 September 2023)

MIE AYAM BAKSO


        Bun, besok aku ulang tahun boleh ya nanti istirahat traktir teman sekelas di Mas Item?” tanya Rara kepada Bundanya di dapur yang sedang memasak.

        “Aku sering ditraktir juga lho Bun kalau mereka ulang tahun, temanku sekelas kan hanya 24 Bun… boleh ya Bun,” ujar Rara merajuk. Bundanya menatap Rara sambil tersenyum.

        “Boleh, nanti Bunda kasih uangnya besok saja,” ujar Bunda sambil menyuruhku menyimpan tempe goreng di meja makan. Ah senangnya hatiku.

        Terbayang besok teman-temanku pasti gembira aku traktir. Aku jadi senyum-senyum sendiri deh tak sabar menunggu esok hari.

        Pagi ini aku banjir ucapan dari bunda dan ayah, serta kak Fafa. Aku tahu di keluarga kami tak pernah merayakan ulang tahun. Paling hanya bagi-bagi makanan ke tetangga atau kami sekeluarga makan bersama di restauran.

        “Kamu gaya Rara, baru kelas 7 SMP sudah traktir teman sekelas,” ujar Kak Fafa waktu sarapan. Aku hanya tersenyum senang. Ahh Kak Fafa pasti ngiri deh!

        Di sekolah aku banjir ucapan dari teman-teman, betapa bangga dan senangnya mereka perhatian terhadapku seperti itu.

        “Hallo teman-teman, istirahat aku traktir deh mie ayam bakso di Mas Item yaa…!” seruku setengah berteriak di depan kelas dengan bangganya. Semua teman bersorak gembira.

        Ada sedikit rasa sombong ketika memberi pengumuman di depan kelas bahwa aku akan mentraktir. Apalagi setelah aku lirik Dina yang sombong itu!

        “Kamu punya uangnya Ra?” bisik Rumi teman sebangkuku. Aku keluarkan uang tadi yang di beri bunda sebanyak Rp.240.000.

        Istirahat tiba, teman-teman sekelas berlarian berebut pesan mie ayam bakso pada Mas Item. Betapa senangnya aku. ini baru pertama kali mentraktir mereka. Biasanya kalau aku ulang tahun, bunda hanya membuat cake dan di potong-potong di kelas kemudian dibagikan.

        “Ayo teman-teman, selamat menikmati ya, oh iya Adam kamu doyan pedas kan? tanyaku sambil mengambilkan dua sendok makan sambal pada Adam temanku yang paling subur tubuhnya.

        “Trimakasih ya Ra,” ujar Adam dengan mulut penuh mie.

Aku bersama Rumi menikmati mie ayam itu dengan lahap, tandas tuntas. Di sekolah kami mie ayam bakso Mas Item itu rasanya tiada duanya. Bikin lidah bergoyang.

        Setelah semua selesai, aku hampiri Mas Item mau membayar semua itu.

        “Mas Item makasih ya, ini lho uangnya,” ujarku sambil memberikan uang untuk membayar. Mas Item langsung menghitungnya.

        “Uangnya kurang Neng Rara,” ujar Mas Item. Aku terkejut mendengarnya.

        “Lho temanku kan 24 orang Mas, aku kasih uangnya pas kok, kata Bundaku kalau temannya 24 orang kan jadinya Rp. 240.000,” ujarku berusaha menjelaskan.

        “Harganya naik kali ya Mas Item?” tanya Rumi. Mas Item tersenyum.

        “Harganya tak naik, per porsi Rp. 10.000 Neng Rara. Teman neng Rara tadi juga ada yang makan bakwan 5 buah. Harga 1 bakwan Rp. 1.500,” ujar Mas Item menjelaskan sambil tersenyum.

        “Temanku 24 orang Mas, bukan 25!” seruku. Wahh Mas Item salah menghitung nih!

        Mas item malahan tertawa mendengar pembelaanku. Aku dan Rumi saling pandang heran.

        “Neng Rara, temannya Neng Rara memang 24 orang, Neng Rara  kan juga makan mie ayam?,” jelas Mas Item.

        Oh iya ya, ternyata aku yang salah hitung. Aduh aku malu banget.

        “Sttt… Mas Item sini deh,” ujarku dengan suara pelan memanggil Mas Item agar mendekat. Mas Item menghampiriku. Aku tengok kiri dan kanan.

        “Aku ngutang  ya Mas, besok aku minta Bundaku,” bisikku pelan agar tak ada yang mendengarnya. Bisa malu kalau teman-teman tahu. Apalagi Dina!

        “Oke, Neng Rara…,” ujar Mas Item sambil tersenyum ramah.

        
        Aku segera berlalu masuk kelas sambil menarik tangan Rumi. Hanya Rumi yang tahu aku berhutang sama Mas Item.

***

Teman-teman yang baik, kasihan Rara ya ?

Dia kebingungan uangnya kurang dan kesulitan menghitungnya.

Tolong dong kalian hitung hutang Rara yang harus dibayarkan ke Mas Item.


Jawaban silahkan ditulis di link ini yaaaa.....

Share: