GLS 30 OKTOBER 2025

 

Penjelajah Garis Waktu

 Elara, seorang siswi SMP yang jenius, baru saja berhasil menyelesaikan mesin penjelajah waktu buatannya, yang ia beri nama "Chronos-R." Sebelum menguji coba Chronos-R untuk perjalanan yang sangat jauh, ia memutuskan untuk melakukan tiga kali perjalanan uji coba yang lebih dekat.

Adapun uji coba yang dilakukan Elara Adalah sebagai berikut:
Uji coba pertama: Mengunjungi Masa Lalu
Elara mengatur Chronos-R untuk melakukan perjalanan singkat ke masa lalu. Ia berangkat pada hari Senin, 15 April 2024, pukul 10.00 WIB. Ia menghabiskan waktu di masa lalu selama 18 jam 45 menit.
 Uji coba kedua: Mengunjungi Masa Depan
Elara memprogram Chronos-R untuk melompat jauh ke masa depan. Ia menetapkan perjalanan selama 2.592.000 detik ke depan.
 Uji coba ketiga: Mengamati Gerak Planet
Setelah berhasil dengan dua uji coba, Elara melakukan perjalanan terakhir ke masa depan untuk mengamati pergerakan dua planet di tata suraksya. Ia mencatat bahwa Planet X menyelesaikan satu orbit penuh dalam waktu 3 tahun 4 bulan, sedangkan Planet Y menyelesaikan satu orbit dalam waktu 1.500 hari.

 Pertanyaan:

1.     Pada hari dan pukul berapakah Elara kembali ke masa sekarang (yaitu saat ia berangkat)?
2.     Berapa lama waktu perjalanan Elara ke masa depan tersebut jika dinyatakan dalam satuan hari?
3.  Berapakah selisih waktu orbit antara Planet X dan Planet Y, jika dinyatakan dalam satuan bulan?     (Asumsikan 1 tahun = 12 bulan dan 1 bulan = 30 hari).

Ja  Jawablah pertanyaan pada link berikut: https://forms.gle/gjt88VbQm1ayAUd68

Share:

GLS 23 OKTOBER 2025

 

Kado Hari Santri, Presiden Setujui Pembentukan Ditjen Pesantren

 

Jakarta (Kemenag) --- Kabar gembira datang bertepatan dengan peringatan Hari Santri 2025. Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama.

Menteri Agama Nasaruddin Umar bersyukur atas kabar ini. Ia mengapresiasi para pihak yang telah mengawal terbitnya izin prakarsa pembentukan Ditjen Pesantren, khususnya Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i.

"Wabil khusus Wamenag telah memerjuangkannya sesegera mungkin," sebut Menag di Jakarta usai memimpin Apel Hari Santri 2025 di halaman Kantor Kementerian Agama, Rabu (22/10/2025).

Usul pembentukan Ditjen Pesantren sudah berlangsung sejak 2019, era Menag Lukman Hakim Saifuddin. Usulan Kemenag ke Kemenpan dan RB kembali diajukan pada 2021 dan 2023 pada era Menag Yaqut Cholil Qoumas. Terakhir, usulan itu kembali diajukan ke Kemenpan dan RB pada 2024, di era Menag Nasaruddin Umar.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i menyampaikan lebih detil terkait terbitnya izin prakarsa pembentukan Ditjen Pesantren.

“Alhamdulillah, saya baru saja menerima kabar dari Kementerian Sekretariat Negara tentang terbitnya Persetujuan Izin Prakarsa Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden Tentang Perubahan atas Perpres Nomor 152 Tahun 2024 tentang Kementerian Agama,” ujar Wamenag.

Melalui surat nomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025 tertanggal 21 Oktober 2025, Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memerintahkan agar segera dibentuk Ditjen Pesantren di lingkungan Kementerian Agama.

“Dengan surat ini, saya ingin menyampaikan bahwa Presiden telah menyetujui pembentukan Ditjen Pesantren. Pembentukan ini bertujuan agar perhatian terhadap pesantren semakin besar—baik dari sisi personalia, pendanaan, maupun program—sehingga pemerintah semakin hadir dalam mendukung perkembangan pesantren di seluruh Indonesia,” lanjutnya.

Romo Syafi’i menambahkan, kehadiran Ditjen Pesantren akan memperkuat fungsi pesantren dalam tiga ranah utama: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

“Semoga dengan adanya Ditjen ini, pesantren ke depan dapat semakin berdaya dan berkontribusi besar bagi bangsa,” harapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo, jajaran Kabinet Merah Putih, serta seluruh insan Kemenag yang sejak 2019 konsisten memperjuangkan lahirnya Ditjen Pesantren.

Menag Tegaskan Komitmen

Menag Nasaruddin umar mengungkapkan, Ditjen Pesantren ini nantinya akan melakukan konsolidasi pondok pesantren secara nasional. Selama ini, mungkin ada pesantren yang belum terdata atau belum terjangkau bantuan pemerintah. “Dengan adanya Ditjen, hal-hal tersebut bisa tertangani dengan lebih baik karena ada perangkat kerja yang lebih luas dan sistem yang lebih terkoordinasi,” jelas Menag.

Menag menegaskan bahwa keberadaan Ditjen Pesantren akan membantu pemerintah memastikan seluruh pesantren dapat menjalankan peran strategisnya dengan baik.

“Dengan Ditjen ini, kita bisa memantau seluruh pesantren dalam arti positif. Pemerintah ingin memastikan semua pesantren benar-benar menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat secara optimal,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran Ditjen Pesantren juga akan memperkuat kontribusi Kemenag dalam menciptakan kerukunan umat, sekaligus membangun generasi santri yang kuat, cerdas, dan berakhlak mulia.

“Harapan kita, Hari Santri menjadi momentum kebangkitan semangat santri untuk menjawab tantangan zaman,” ujar Menag.

Ke depan, lanjut Menag, sistem pendataan dan sertifikasi pesantren akan diintensifkan agar data menjadi lebih valid dan pelaksanaan program semakin tertib.

“Selama ini sertifikasi sudah berjalan, tapi ke depan akan lebih diperkuat agar data pesantren semakin valid dan program-program pembinaannya lebih tepat sasaran,” tutup Menag.

Apel Hari Santri Bernuansa Kebersamaan

Apel Hari Santri tahun ini berlangsung penuh kekhidmatan. Petugas apel adalah para pejabat eselon I Kemenag lintas agama—simbol kuatnya semangat kebersamaan dan moderasi beragama.

Dirjen Bimas Katolik Suparman bertindak sebagai Komandan Apel. Pembacaan Pancasila dilakukan oleh Dirjen Bimas Hindu I Nengah Duija, sementara Dirjen Bimas Buddha Supriyadi membacakan Naskah Pembukaan UUD 1945.

Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno dan Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan SDM M. Ali Ramdhani masing-masing membacakan Resolusi Jihad dan Ikrar Santri. Doa penutup dipimpin Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad.

Dirjen Bimas Kristen Jeane Marie Tulung bertugas sebagai pembawa acara, diiringi paduan suara dari Ditjen Bimas Kristen.

Apel ini dihadiri para pejabat eselon II, ASN Kemenag, dan ratusan santri dari berbagai lembaga pendidikan keagamaan.

 Sumber:

https://kemenag.go.id/pers-rilis/kado-hari-santri-presiden-setujui-pembentukan-ditjen-pesantren-5XtVS

 

Tautan presensi dan soal:

https://forms.gle/124jeGor5uNnDBo97

Share:

GLS 16 OKTOBER 2025

Bacalah teks berita berikut ini!

Memasuki Awal Musim Kemarau di Sebagian Wilayah Indonesia, Tetap Waspada Potensi Hujan Lebat Berdurasi Singkat!

Memasuki Bulan Mei 2025, sekitar 21% Zona Musim (ZOM) di wilayah Indonesia diperkirakan memasuki awal musim kemarau, seperti sebagian Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Papua Selatan bagian selatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi hujan semakin berkurang. Sejalan dengan hal ini, sejumlah masyarakat mulai mengeluhkan bahwa cuaca panas turut melanda sejumlah daerah. Meskipun pengamatan suhu udara maksimum di wilayah Indonesia secara umum masih berada di bawah 35.5°C, kelembapan udara yang masih relatif tinggi dan kecepatan angin yang cukup rendah membuat suhu udara terasa lebih tinggi dari yang tercatat.

Meskipun cuaca cenderung panas di sejumlah wilayah, hasil analisis dan prediksi dinamika atmosfer menunjukkan masih adanya sejumlah faktor yang mendukung pembentukan awan hujan di sekitar wilayah Indonesia. Dalam tiga hari terakhir, hujan dengan intensitas lebat masih terpantau di sejumlah wilayah, seperti yang tercatat di Riau (85 mm/hari), Sumatra Utara (59 mm/hari), serta Jambi dan Kep. Bangka Belitung (51 mm/hari). Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang juga masih teramati di sebagian wilayah Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua Selatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi cuaca signifikan masih ada di sebagian wilayah Indonesia.

Menghadapi kondisi cuaca yang beragam tersebut, masyarakat diimbau untuk menjaga kesehatan dengan tetap terhidrasi dan menghindari paparan sinar matahari langsung dalam waktu lama, terutama pada siang hingga sore hari. Masyarakat juga diminta untuk waspada terhadap potensi radiasi matahari yang tinggi di siang hari, yang dapat mengurangi kenyamanan dalam beraktivitas di luar ruangan serta terhadap potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir, khususnya yang terjadi dalam durasi singkat pada siang hingga menjelang malam hari. Tak lupa, BMKG juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini. Tetap waspada dan jaga kondisi tubuh untuk menghadapi dinamika cuaca yang sedang berlangsung.

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

Selama sepekan ke depan, pola angin di wilayah Indonesia masih menunjukkan periode peralihan, dimana massa udara dari Belahan Bumi Utara dan Belahan Bumi Selatan bertemu di sekitar wilayah Indonesia dan membentuk sejumlah sistem tekanan rendah, seperti bibit siklon tropis 99W, serta sirkulasi siklonik yang ada di Laut China Selatan dan di Perairan selatan Jawa-Bali. Pada periode ini, Bibit Siklon Tropis 99W terpantau di Laut Filipina, sebelah utara Papua Barat Daya, dengan kecepatan angin maksimum 15 knots, tekanan di pusat bibit siklon 1008 hPa, dan pergerakan ke arah barat – barat laut. Meskipun demikian, potensi bibit ini menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan masih berada dalam kategori rendah.

Selain itu, gelombang Kelvin, gelombang Rossby Ekuator, dan gelombang Low Frequency masih diperkirakan aktif di sekitar wilayah Indonesia, yaitu di sebagian Sumatra, Kalimantan bagian utara, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Selatan, sehingga berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif serta pembentukan pola sirkulasi siklonik di wilayah tersebut.

Lebih jauh lagi, dengan kelembapan udara yang masih tinggi dan didukung dengan labilitas atmosfer sedang hingga kuat di sejumlah lokasi, potensi hujan masih ada di sebagian wilayah Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca, serta selalu menjaga kesehatan dengan menjaga lingkungan, khususnya yang berada pada wilayah rentan terhadap dampak cuaca ekstrem.

Prospek Cuaca Sepekan ke Depan

Periode 2-4 Mei 2025

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi cerah berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, berpotensi terjadi di wilayah berikut:

  • Hujan Lebat : Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
  • Angin Kencang : NTT dan Maluku.

Periode 5-8 Mei 2025

Wilayah Indonesia masih didominasi cerah berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya potensi angin kencang di wilayah berikut:

  • Angin Kencang : Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT dan Maluku.

Prospek di atas merupakan kondisi secara umum. Untuk informasi cuaca lebih detail dapat diakses melalui website BMKG, aplikasi mobile infoBMKG dan sosial media @infoBMKG.

Imbauan

Menghadapi potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk:

  • Menggunakan pelindung/tabir surya untuk menghindari paparan langsung sinar matahari.
  • Menjaga kecukupan cairan tubuh terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan saat siang hari supaya tidak terjadi dehidrasi, kelelahan, dan dampak buruk lainnya.
  • Waspada terhadap kemungkinan hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir.
  • Menjauhi wilayah terbuka ketika terjadi hujan yang disertai petir, serta menjauhi pohon, bangunan dan infrastruktur yang sudah rapuh ketika terjadi hujan yang disertai angin kencang.
  • Siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang dapat terjadi kapan saja.
  • Memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG, seperti situs web http://www.bmkg.go.id, media sosial @infobmkg, atau aplikasi infoBMKG.

Tetap tenang dan siaga menghadapi perubahan cuaca ekstrem, serta pahami langkah evakuasi jika diperlukan. Informasi ini akan terus diperbarui sesuai dengan perkembangan cuaca terbaru.


Kerjakan soal berikut ini

https://forms.gle/YEw65xQdKgxDSGuYA 


Share:

GLS 9 OKTOBER 2025

 

Kunjungan ke Perpustakaan Sekolah

Pada hari Senin, siswa kelas VIIIA  SMP Nusantara mendapat giliran melakukan kunjungan ke perpustakaan sekolah. Dalam kegiatan tersebut terdapat 40 siswa yang ikut. Setiap siswa dapat meminjam 2 buku cerita dan 1 buku pelajaran, selain itu perpustakaan juga menyediakan 5 komputer untuk mencari referensi digital, dan setiap komputer hanya boleh digunakan oleh 4 siswa.

Dari keterangan di atas, coba kalian jawab pertanyaan pada link berikut: https://forms.gle/auyo8FHFsAEcYk5c7

Share:

GLS 2 OKTOBER 2025


Sejarah Hari Batik Nasional

Pada bulan Oktober 2025 ini tidak hanya ada Hari Kesaktian Pancasila saja yang akan disambut oleh masyarakat, tapi ada juga Hari Batik Nasional. Sebagai peringatan yang dirayakan setiap tahunnya Hari Batik Nasional punya sejarah panjang dan menyimpan makna tersendiri bagi Indonesia. Diketahui, Hari Batik Nasional jatuh di tanggal 2 Oktober setiap tahunnya. Lantas, apa sih Hari Batik Nasional itu?

Menurut buku 'Kebanggaan Indonesia Batik Menjadi Warisan Dunia'
karya Dodi Mawardi, Hari Batik Nasional adalah perayaan nasional dalam rangka memperingati penetapan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi. Penetapan ini tidak terlepas dari sejarah di balik penetapan Hari Batik Nasional.

Dimulai dari tanggal 4 September 2008 pada saat masa pemerintahan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, batik didaftarkan agar bisa mendapatkan status sebagai Intangible Cultural Heritage (ICH) atau Warisan Budaya Takbenda oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Pada saat itu pendaftaran dilakukan melalui kantor UNESCO yang berada di Jakarta. Meskipun begitu, pengajuan batik untuk mendapatkan status sebagai ICH baru diterima oleh UNESCO di tahun berikutnya, yaitu pada 9 Januari 2009.

Setelah diajukan, batik harus mengalami proses pengujian oleh UNESCO.
Proses pengujian berlangsung mulai 11-14 Mei 2009. Baru kemudian di tanggal 2 Oktober 2009, batik berhasil dikukuhkan dan juga resmi terdaftar sebagai warisan kemanusiaan karya agung budaya lisan dan nonbendawi.

Sementara itu, Hari Batik Nasional ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009. Dengan adanya Hari Batik Nasional diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bagi masyarakat untuk tetap menjaga dan melestarikan batik asli Indonesia.

Cara Memperingati Hari Batik Nasional 2025

Lantas, bagaimana cara memperingati Hari Batik Nasional 2025? Sebenarnya ada begitu banyak cara yang bisa dilakukan untuk memeriahkan peringatan HBN 2025.
Mulai dari tindakan kecil yang bisa dilakukan oleh diri sendiri maupun aksi nyata yang mampu mendukung pelestarian batik itu sendiri. Sebagai referensi, berikut beberapa cara memperingati HBN 2025.

1.      Mengenakan Batik

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk memperingati HBN 2025 adalah dengan mengenakan batik. Dengan mengenakan batik bukan hanya sekadar menjadi bukti perayaan seremonial semata. Lebih dari itu, mengenakan batik turut menjadi wujud rasa bangga kita karena sudah memiliki batik sebagai warisan asli dari Indonesia. Kamu bisa memulainya dari diri sendiri. Misalnya saja saat pergi ke luar rumah untuk berangkat kerja, kuliah, atau sekadar beraktivitas bisa mengenakan batik yang dimiliki. Bagi kamu yang masih sekolah bisa mengikuti instruksi dari pihak sekolah terkait penggunaan seragam batik.

2.      Ikut Rangkaian Kegiatan HBN

Selanjutnya, cobalah ikut serta dalam rangkaian kegiatan HBN 2025 yang digelar oleh instansi atau lembaga tertentu. Tak hanya Kemenperin RI saja yang menggelar rangkaian acara HBN 2025, tapi juga pihak-pihak lainnya. Baik itu di lingkup desa, satuan pendidikan, maupun tingkat lainnya. Dengan berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan HBN diharapkan turut mendorong upaya pelestarian batik sebagai warisan asli Indonesia. Tindakan ini juga bisa membuat kita memahami lebih dekat tentang batik itu sendiri.

3.      Membagikan Informasi Seputar Batik

Bukan rahasia umum lagi kalau media sosial punya kekuatan yang begitu besar untuk bisa memberikan pengaruh terhadap para penggunanya. Peluang inilah yang bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan batik maupun Hari Batik Nasional kepada lebih banyak orang. Caranya dengan membuat konten, ucapan, atau postingan di berbagai media sosial. Di dalamnya bisa diselipkan informasi menarik seputar batik sebagai warisan asli Indonesia maupun Hari Batik Nasional sebagai perayaan nasional.

Dikutip dari: artikel detikjogja, "Hari Batik Nasional 2 Oktober 2025: Sejarah, Tema, dan Info Libur Tidaknya"

Silakan klik tautan di bawah ini untuk mengerjakan soal !

https://forms.gle/iTiHD9rnUFo7kUdC6

Share: