GLS 18 SEPTEMBER 2025

 Bacalah cerita fantasi berikut ini!

Semut yang Hemat

Di zaman Mesir kuno, ada seorang raja yang ada dan bijaksana. Raja sangat mencintai rakyatnya. Raja juga dikenal sebagai penyayang binatang. 

Suatu hari, saat raja berjalan-jalan, ia menemui seekor semut. Semut merasa senang dan bangga dikunjungi raja. 

“Bagaimana kabarmu, Semut?” tanya sang raja. 

“Hamba baik-baik saja, Baginda,” jawab semut gembira. 

“Dari mana saja kau?” tanya raja. 

“Hamba sejak pagi pergi mencari makanan. Tetapi, sampai sekarang belum juga mendapatkannya, Baginda,” jawab semut. 

“Jadi, sejak pagi kau belum makan?” tanya raja. 

“Benar, Baginda,” jawab semut kembali. 

Raja termenung sejenak. Kemudian berkata, “Hai semut! Berapa banyak makanan yang kau perlukan dalam setahun?”

“Hanya sepotong roti saja, Baginda,” jawab semut. 

“Kalau begitu, maukah kau kuberi sepotong roti untuk makananmu setahun?” kata raja. 

“Hamba sangat senang, Baginda.” 

Raja lalu membawa Semut ke istananya. Semut sangat gembira karena ia tidak perlu susah-susah lagi mencari makanan untuk setahun. 

“Sekarang, masuklah ke dalam tabung yang telah ku isi sepotong roti ini!” perintah sang raja. 

“Terima kasih, Baginda. Hamba akan masuk,” jawab semut. 

“Setahun yang akan datang, tabung ini baru akan ku buka,” ujar sang raja lagi. 

“Hamba sangat senang, Baginda,” kata semut.

Tabung berisi roti dan semut itu pun segera ditutup rapat oleh sang raja. Tutup tabung itu terbuat dari bahan khusus sehingga udara tetap masuk ke dalamnya. Tabung tersebut kemudian disimpan di ruang khusus dalam istana. 

Waktu berlalu, akhirnya telah genap setahun. Sang raja teringat janjinya pada semut. Perlahan-lahan, raja membuka tutup tabung. 

“Bagaimana kabarmu, Semut?” tanya sang raja. 

“Keadaan hamba baik-baik saja, Baginda,” jawab semut. 

“Tidak pernah sakit selama setahun di dalam tabung?” Tanya raja kembali pada semut. 

“Tidak, Baginda. Keadaan hamba tetap sehat selama setahun,” jawab semut dengan tersenyum. Kemudian, sang raja melihat ternyata roti yang dia sediakan untuk semut masih tersisa separuh. 

“Mengapa roti pemberianku kau sisakan separuh?” tanya sang raja. 

“Bukankah dalam setahun kau memerlukan sepotong roti. Mengapa tak kau habiskan?” tanya raja kembali pada semut. 

“Begini, Baginda. Roti itu memang sengaja hamba sisakan separuh. Sebab, hamba khawatir jangan-jangan Baginda lupa membuka tutup tabung ini. Kalau Baginda lupa membukanya, hamba masih dapat makan roti setahun lagi. Tapi untunglah, Baginda tidak lupa. Hamba senang sekali,” jawab Semut panjang lebar. 

Sang raja terkejut mendengar penjelasan Semut. Kemudian, ia tersenyum dan berkata, “Kau semut yang hebat. Kau dapat menghemat kebutuhanmu. Hal ini akan ku siarkan ke seluruh negeri agar rakyatku dapat mencontohmu. Kalau semut saja dapat menghemat kebutuhannya, mengapa manusia justru gemar hidup boros?


Kerjakan soal berikut ini!

https://forms.gle/RPgjHsr8YSMXc31T9

Share:

GLS 11 SEPTEMBER 2025

 

Perjalanan ke rumah Paman

 

Pada hari Minggu pagi, Budi bersepeda menuju rumah pamannya. Jarak rumah Budi ke rumah pamannya adalah 24 km. Selama melakukan perjalanan, pada 12 km pertama, Budi mengayuh sepedanya dengan kecepatan 12 km/jam. Setelah itu, ia beristirahat selama 15 menit. Sehingga sisa perjalanan sejauh 12 km ditempuh dengan kecepatan 8 km/jam karena jalan sedikit menanjak.

Budi berangkat pukul 07.00 pagi dari rumahnya.

Jawab pertanyaan pada link berikut: https://forms.gle/4h4KwV2bV1hr9XZU9

Share:

GLS Kamis, 4 September 2025

Bacalah teks berikut ini dan pahamilah ide pokok atau gagasan utama tiap paragraf !

 Hutan Bakau

        Indonesia menjadi negara dengan hutan bakau paling luas di dunia. Menurut data Kementerian Negara Lingkungan Hidup, luas hutan bakau Indonesia mencapai 4,3 juta ha. Hutan bakau disebut juga dengan hutan mangrove. Hutan bakau merupakan bagian dari ekosistem pantai. Hutan bakau adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau dan terletak di garis pantai. Hutan bakau merupakan hutan yang tumbuh di wilayah pasang dan surut. Hutan bakau ini termasuk lingkup ekosistem pantai sebab terletak di kawasan perbatasan laut dan darat.

        Hutan bakau terletak di wilayah pantai dan muara sungai. Tepatnya, hutan bakau terletak di garis pantai. Dengan posisi hutan bakau yang berada di garis pantai, hutan ini dipengaruhi oleh keadaan air laut. Pasang surut laut mengubah kondisi hutan bakau. Hutan akan tergenang air di masa pasang dan akan bebas dari genangan air pada saat air surut. Habitat hutan bakau memiliki wilayah tanah yang tergenang secara berkala. Tempat tersebut juga mendapat aliran air tawar yang cukup dari daratan.

        Hutan bakau memiliki ciri yang khas. Hutan ini terlindung dari gelombang besar. Selain itu, hutan bakau juga terlindung dari arus pasang surut laut yang kuat. Hutan bakau yang terletak di perbatasan laut dan muara sungai memiliki kadar garam payau. Di samping itu, ciri khas lain hutan bakau adalah berawa-rawa.

        Hutan bakau memiliki beberapa fungsi dan manfaat. Secara fisik hutan bakau dapat menahan abrasi pantai. Pada saat datang badai, hutan bakau berfungsi sebagai penahan badai dan angin yang bermuatan garam. Di samping itu, hutan bakau dapat menahan intrusi (peresapan) air laut ke daratan. Hutan bakau juga menurunkan kandungan karbondioksida (CO2) di udara dan penambat bahan-bahan pencemar (racun) di perairan pantai. Manfaat hutan bakau juga dapat dilihat dari segi biologi. Hutan bakau menjadi tempat hidup biota laut. Selain itu, masyarakat sekitar memanfaatkan hutan bakau sebagai sumber mata pencaharian. Hutan bakau juga menyediakan beberapa unsur penting bahan obat-obatan.


Setelah selesai membaca, silakan buka tautan di bawah ini !

https://forms.gle/y7vrTqxHv6XdbQPC8 



Share: