GLS 28 November 2024

 Bacalah cerita anekdot di bawah ini!


Anak SD Mau ke Surga

Suatu ketika, sejumlah murid salah satu kelas di SD sedang menjalani pelajaran agama. Dengan penuh semangat, seorang guru bernama Udin sedang memberikan pelajaran yang membahas mengenai surga. Usai memberikan penjelasan mengenai surga, sang guru lantas memberikan pertanyaan kepada seluruh muridnya. Berikut percakapannya:

"anak-anak, siapa yang mau masuk surga?" tanya Udin.

"Saya pak, saya," teriak seluruh murid.

Dari seluruh anak yang mengajukan diri, rupanya ada satu murid bernama Ucok tidak ikut berteriak. Hal itu membuat sang guru kembali bertanya.

"Yang mau masuk surga tunjukkan tangannya," tanya Udin lagi.

"Sayaa," teriak para murid berlomba-lomba mengangkat tangannya.

Lagi-lagi, Ucok tetap diam tak bergeming. Demi memacu semangat muridnya, dia pun kembali bertanya.

"Yang mau masuk surga ayo berdiri."

Mendengar itu, seluruh murid berdiri, kecuali Ucok yang tetap diam dan malah disibukkan dengan bukunya sendiri.

Merasa ada murid yang tak bersemangat, Udin pun menghampiri Ucok dan bertanya, "Cok, kamu mau masuk surga enggak?"

"Mau dong pak!" jawab Ucok.

"Terus kenapa kamu enggak berdiri?" lanjur Udin penasaran.

"Lha, memangnya mau berangkat sekarang pak?"


Jawablah pertanyaan berikut ini!


https://docs.google.com/forms/d/e/1FAIpQLSfViPD5ftkkoXGnHZ1IYgdnfmvki4Jc6Lf-P5HbIPgYiOfphQ/viewform?usp=sf_link

Share:

GLS 14 NOVEMBER 2024

Bacalah Teks berikut ini dan jawablah pertanyaan yang terdapat pada link!

Pengembala yang Suka Berbohong

Di sebuah desa, hidup seorang bocah lelaki yang riang dengan ayahnya. Ayah anak laki-laki itu memberi tahu dia bahwa dia sudah cukup umur untuk mengawasi domba ketika mereka merumput di ladang.

Setiap hari, ia harus membawa domba-domba itu ke ladang berumput dan mengawasinya saat mereka merumput. Namun, bocah itu tidak bahagia dan tidak ingin membawa domba ke ladang.

Dia ingin berlari dan bermain, tidak menonton domba yang membosankan merumput di lapangan. Jadi, dia memutuskan untuk bersenang-senang.

Dia berteriak, “Serigala! Serigala!” sampai seluruh desa datang berlari membawa batu untuk mengusir serigala sebelum bisa memakan domba mana pun.

Ketika penduduk desa melihat bahwa tidak ada serigala, mereka bergumam tentang bagaimana bocah itu membuang waktu mereka.

Keesokan harinya, bocah itu berteriak sekali lagi, “Serigala! Serigala!” dan, sekali lagi, penduduk desa bergegas ke sana untuk mengusir serigala.

Bocah itu menertawakan ketakutan yang disebabkannya. Kali ini, penduduk desa pergi dengan marah.

Hari ketiga, ketika anak lelaki itu naik ke bukit kecil, tiba-tiba dia melihat serigala menyerang domba-dombanya.

Dia berteriak sekeras yang dia bisa, “Serigala! Serigala! Serigala! ”, Tetapi tidak ada satu pun penduduk desa yang datang untuk membantunya.

Penduduk desa berpikir bahwa dia mencoba membodohi mereka lagi dan tidak datang untuk menyelamatkannya atau domba-dombanya. Bocah itu kehilangan banyak domba pada hari itu, semua karena kejahilan dan sifatnya yang suka berbohong.

kerjakan link berikut ini : 

https://bit.ly/4fqthyl

 


Share:

GLS 7 NOVEMBER 2024

 BACALAH PUISI DI BAWAH INI, KEMUDIAN JAWABLAH PERTANYAAN DI LINK YANG ADA!

LINK SOAL 👇

SOAL GLS 7 NOVEMBER 2024



Teratai


Karya Sanusi Pane

Kepada: Ki Hajar Dewantara
Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu.

Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun bersemi laksmi mengarang
Biarpun dia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia.
Teruslah, o, teratai bahagia
Bersemi di kebun tanah Indonesia
Biarkan sedikit penjaga taman
Biarpun engkau tidak dilihat
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga jaman



Sumber: Repository UNY 'Puisi Indonesia' oleh Maman Suryaman Wiyatmi

 

 

#1 Teratai

Karya Sanusi Pane

Kepada: Ki Hajar Dewantara
Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu.

Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun bersemi laksmi mengarang
Biarpun dia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia.
Teruslah, o, teratai bahagia
Bersemi di kebun tanah Indonesia
Biarkan sedikit penjaga taman
Biarpun engkau tidak dilihat
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga jaman

Sumber: Repository UNY 'Puisi Indonesia' oleh Maman Suryaman Wiyatmi

Baca artikel detiksulsel, "25 Contoh Puisi Tema Pendidikan yang Singkat dan Penuh Makna" selengkapnya https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7320237/25-contoh-puisi-tema-pendidikan-yang-singkat-dan-penuh-makna.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
#1 Teratai

Karya Sanusi Pane

Kepada: Ki Hajar Dewantara
Dalam kebun di tanah airku
Tumbuh sekuntum bunga teratai
Tersembunyi kembang indah permai
Tidak terlihat orang yang lalu.

Akarnya tumbuh di hati dunia
Daun bersemi laksmi mengarang
Biarpun dia diabaikan orang
Seroja kembang gemilang mulia.
Teruslah, o, teratai bahagia
Bersemi di kebun tanah Indonesia
Biarkan sedikit penjaga taman
Biarpun engkau tidak dilihat
Biarpun engkau tidak diminat
Engkau turut menjaga jaman

Sumber: Repository UNY 'Puisi Indonesia' oleh Maman Suryaman Wiyatmi

Baca artikel detiksulsel, "25 Contoh Puisi Tema Pendidikan yang Singkat dan Penuh Makna" selengkapnya https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7320237/25-contoh-puisi-tema-pendidikan-yang-singkat-dan-penuh-makna.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/
Share: