PUISI

 Dirgahayu Indonesiaku

Oleh: Dalila wasana R

Raja slang mulai menampakkan sinarnya
Embun pagi membasahi rerumputan nan hijau
Burung-burung bernyanyi sambut indahnya hari
Angin saling berkejaran dan menari

Dahan-dahan bergoyang saling mengikuti
Hari ini kita berdiri
Di bumi hijau asri
Di air hijau jernih
Di udara putih bersih

Tuk sambut hari lahir bangsa ini
Setelah diproklamasikan kemerdekaanmu
Satu per satu bangsa mengenalmu
Menghormatimu dan mempercayai dirimu

Lolongan sirine ikut menyemarakkan hari ini
Sang merah putih tak lelah berkibar di tiang tinggi
Di Indonesiaku ini

Tak diragukan lagi semangat rakyatmu
Tuk membela dan memperjuangkan kemerdekaanmu
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh



Setelah membaca puisi di atas, jawablah pertanyaan melalui link di bawag ini!
Share:

Terlambat ke Sekolah.

Ibuku membangunkanku jam 05.30 tapi aku mengabaikannya. Aku melanjutkan tidur selama beberapa menit. Aku tersentak dari tidurku karena sudah pukul 6.30. Dengan tergesa, aku mengambil handuk dan mandi.

Ibuku sudah menyiapkan sarapan tapi aku tidak memakannya. Aku akan sangat telat jika sarapan dulu. Biasanya, ibuku mengantarkanku ke sekolah, tapi waktu itu ibuku harus pergi ke kantor lebih awal. Aku harus pergi ke sekolah dengan kendaraan umum. 

 Aku menunggu angkot dengan panik karena jam sudah menunjukkan pukul 06.50. Butuh sekitar 8 menit untuk ke sekolah tapi karena jalanan macet, perjalanannya jadi lebih lama. Pelajaran mulai pukul 07.00 dan aku baru tiba di sekolah jam 07.15. Guru tidak membolehkanku masuk karena aku terlambat. 

 Aku dihukum berdiri di luar kelas sampai pelajaran selesai. Itu adalah pengalaman memalukan dan aku tidak ingin mengulanginya lagi dalam hidupku. 




Setelah membaca teks di atas, jawablah pertanyaan melalui link di bawah ini!

Share: