GLS 12 Februari 2026

 Bacalah dongeng berikut ini 

Kisah Kelinci yang Tidak Jujur

Jauh di tengah hutan, ada empat hewan yang selalu bersama-sama. Mereka adalah kelinci, kura-kura, buaya, dan monyet. Empat sekawan ini hidup bersama dalam harmoni dan saling menghormati satu sama lain. Mereka juga memiliki suatu kesepakatan untuk selalu jujur dalam semua hal.

Namun, pada suatu hari, kelinci yang sangat rakus ingin makan semua wortel di kebun kura-kura. Kelinci tahu bahwa kura-kura sangat menyukai wortel dan tidak akan senang jika semua wortel diambil. Namun, kelinci terus memikirkan keinginan makan wortel tersebut dan akhirnya ia berbohong kepada teman-temannya bahwa ia tidak mengambil wortel.

Ketika kura-kura melihat bahwa semua wortel telah hilang, ia merasa sedih dan marah karena ia tahu bahwa kelinci telah berbohong. Ia mencoba untuk menanyakan kejadian tersebut kepada kelinci, namun kelinci tetap bersikeras bahwa ia tidak tahu apa-apa tentang hilangnya wortel tersebut.

Ketika buaya dan monyet mendengar bahwa kelinci mungkin berbohong, mereka mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka menemukan bukti bahwa kelinci memang yang telah mengambil semua wortel tersebut. Dalam keadaan yang sedih, mereka memutuskan untuk memanggil kelinci dan menanyai kejadian tersebut. Kelinci akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas kebohongannya.

Dari kejadian ini, kelinci belajar bahwa kejujuran itu sangat penting. Ia belajar bahwa ketika ia berbohong, ia tidak hanya mengecewakan teman-temannya, tetapi juga melanggar kesepakatan mereka untuk selalu jujur satu sama lain. Ia berjanji bahwa ia akan selalu jujur dalam segala hal dan tidak akan pernah mengulangi kesalahannya.

Mereka semua kemudian mengambil keputusan untuk memulihkan kepercayaan satu sama lain dan kembali hidup dalam harmoni dan saling menghormati satu sama lain. Mereka memutuskan bahwa kejujuran adalah hal yang sangat penting dalam hubungan persahabatan.

Dan dari saat itu, mereka hidup bahagia bersama-sama di hutan yang indah tersebut. Mereka tahu bahwa kejujuran adalah salah satu kunci untuk membangun hubungan yang kuat dan langgeng. Pesan kejujuran tersebut mengajarkan kepada anak-anak bahwa kejujuran itu penting dalam hidup dan harus selalu dipegang teguh.

Kerjakan soal yg ada pada link di bawah ini 

https://forms.gle/PYsijeFMQAFXLTME6


Share:

GLS 5 FEBRUARI 2026

 

Misi Penyelamatan Kerajaan

 

Ayo ikuti petualangan berikut.

1.     Rian memulai permainan 'Pahlawan Angka' dengan poin awal 0. Aturan permainannya adalah: setiap kali mengalahkan monster Slime mendapat 10 poin, tetapi jika terkena jebakan duri, poin berkurang 5. Di level pertama, Rian mengalahkan 8 Slime dan terkena 3 jebakan duri. Berapa total poin Rian saat ini?

2.     Melanjutkan petualangannya, Rian masuk ke Gua Kristal. Di sana, suhu ruangan sangat dingin. Suhu awal di pintu gua adalah 40C. Setiap masuk 100 meter lebih dalam, suhu turun 20C. Jika Rian berjalan masuk sejauh 500 meter, berapa suhu di tempat Rian berdiri sekarang?

3.     Di dalam gua, Rian menemukan peti harta karun yang terkunci dengan kode angka. Petunjuknya berbunyi: 'Aku adalah bilangan bulat. Jika aku dikalikan -3, lalu hasilnya ditambah 8, maka akan menjadi -7'. Bilangan berapakah itu?

4.     Rian bertemu dengan pedagang item. Rian memiliki 200 Koin Emas. Ia ingin membeli 3 Ramuan Kesehatan (harga 40 koin/botol) dan 2 Gulungan Sihir (harga 55 koin/gulungan). Apakah koin Rian cukup, dan berapa sisanya (atau kekurangannya)?

 

Kalian bisa menjawabnya pada link berikut: https://forms.gle/Kug4tk6yMSbdcDTy8

 

Share:

GLS Kamis, 29 Januari 2026

 

Legenda Putri Ayu Limbasari

(Oleh : Triatmo, Budayawan dan Ahli Sejarah Purbalingga)

              Suatu hari seorang penyebar agama Islam bernama Syech Gandiwasi asal Turki menghadap Kangjeng Panembahan Senopati Ing Ngalogo Mataram dan mohon untuk menyebarkan agama Islam di pulau Jawa. Pada waktu itu (tahun 1586-1601) kekuasaan Kanjeng Panembahan Senopati memang meliputi seluruh Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jawa Barat, sehingga mendapat sebutan “Kaisar Seluruh Jawa”. Ia adalah Raja Mataram baru, yang tersohor sakti mandraguna, berwibawa dan pandai bergaul dengan rakyatnya. Mendapat permohonan dari penyebar agama Islam asal Turki itu, ia merasa senang, karena berarti akan menambah pengetahuan agama bagi rakyat Kerajaan Mataram yang sudah memeluk agama Islam sejak jaman Kerajaan Demak dulu.

              Permohonan Syech Gandiwasi akhirnya dikabulkan dan ia diizinkan menyebarkan agama Islam di kawasan kaki Gunung Slamet. Setelah mendapat izin, ia lalu merencanakan membangun padepokan di tempat tujuan, guna mendidik para santrinya. Dalam perjalanan ketempat tujuan, ia singgah dan sementara bermukim dulu di sebuah tempat yang bernama Kedung Belis. Di tempat persinggahan ini ia merasa tidak tenang, oleh gangguan jin setan yang tak ada hentinya. Guna mencegah ganguan itu, Syech Gandiwasi kemudian memohon kepada Allah SWT, dengan cara bersemedi yang kemudian tempat persemedian ini diberi nama Dukuh Pamujan.

              Permohonan Syech Gandiwasi kepada Allah SWT ternyata tidak sia-sia. Para jin itu berhasil disingkirkan, setelah terlebih dahulu melakukan kejar-kejaran. Jin-jin itu kemudian menyingkir (semisih) ke suatu tempat yang sekarang bernama Penisihan. Sedangkan tempat di mana Syech Gandiwasi dengan para jin berkejaran, dikenal dengan nama Desa Dagan. Merasa tidak betah tinggal di Kedung Belis, ia bermaksud pindah tempat yang lebih nyaman. Maka diumpuklah dua buah batu sebesar rumah di sebuah tanjakan tinggi. Kemudian ia berdiri di atas tumpukan batu itu untuk melihat kondisi lokasi tinggal yang tepat. Tanjakan ini dikelak kemudian dikenal dengan sebutan Watu Tumpang. Dari tempat inilah, perjalanan lalu dilanjutkan ke arah sebuah hutan yang sekarang disebut Limbasari.

              Menurut Sekdes Limbasari R.Edi Prasojo, Syech Gandiwasi mempunyai putra bernama Ketut Wlingi. Namun sementara orang mengatakan, bahwa Ketut Wlingi adalah murid padepokan Gandiwasi yang datang dari Bali bersama Patrawisa. Kemudian Ketut Wlingi dinikahkan dengan Siti Rumbiah, putri dari gurunya. Sementara Patrwisa adalah cantrik Syech Gandiwasi yang meninggal saat sedang membangun saluran air. Itulah sebabnya saluran air di desa Limbasari kemudian disebut Patrawisa. Dari pernikahannya dengan Ketut Wlingi, Siti Rumbiah menurunkan putra putri masing-masing bernama Wlingi Kusuma dan Sri Wasiati yang sangat cantik sehingga orang menyebutnya Putri Ayu Limbasari.

              Setelah menginjak usia dewasa kecantikan Sri Wasiati semakin bertambah. Akibatnya banyak orang yang ingin meminangnya, termasuk beberapa orang Adipati yang datang untuk melamarnya. Para Adipati yang pernah melamarnya itu antara lain Adipati Wirayuda, Adipati Wiratenaya, Adipati Wirataruna dan Adipati Wirapraja. Namun semuanya belum mendapat jawaban pasti dari orang tua Sri Wasiati. Sebab lamaran yang datang bersamaan itu malah membuat bingung pihak keluarga perempuan. Melihat kegundahan hati adiknya (Sri Wasiati) Wlingi Kusuma akan mengadakan sayembara sebagai jalan keluar. Sayembara itu adalah barang siaapa dapat mengalahkan dirinya (Wlingi Kusuma), maka dialah yang berhak menjadi pendamping Sri Wasiati. Namun dalam pertandingan satu lawan satu itu, tak seorangpun dari semua Adipati yang pernah melamar Sri Wasiati berhasil mengalahkan Wlingi Kusuma yang terkenal kesaktiannya sehingga para Adipati itu bersepakat untuk melawan dengan cara kroyokan.

              Pengeroyokan itu ternyata dilaksanakan dan setelah dibunuh, mayat Wlingi Kusuma dipotong-potong menjadi beberapa bagian. Kemudian bagian kepala dikubur di makam Siregol, Desa Tlahab Kidul, gembungnya dikubur di Pelumbungan, kemaluannya dikubur di Desa Beji Karanganyar. Sedangkan kakinya dikubur di wilayah hutan perbatasan Banjarsari-Karangjambu, yang sekarang dikenal dengan nama Lemah Jejekan.

              Kematian Wlingi Kusuma yang tidak semestinya, membuat Sri Wasiati semakin bingung. Dalam batin ia berpendapat, bahwa kecantikan memang bisa membahagiakan, namun juga bisa membuat malapetaka. Oleh karena itu ia berpesan kepada gadis-gadis Desa Limbasari, agar kecantikannya jangan meniru dirinya, apalagi melebihi tetapi yang sederhana saja.

              Saking gelap pikirannya, Sri Wasiati memohon kepada Allah SWT dengan cara tapa pendem. Dalam laku ini ia menguburkan diri dalam tanah yang diberi seutas benang panjang menjulur ke permukaan tanah. Pesannya sebelum dimasukan ke liang lahat. Bila benang ditarik masih bergerak, artinya ia masih hidup. Sebaliknya bila tidak bergerak, menunjukan ia meninggal dunia. Begitulah setelah kurang lebih satu minggu melakukan tapa pendem, benang itu lalu ditarik, tetapi tidak bergerak sama sekali yang berarti ia sudah meninggal dunia. Segera tempat pertapaan itu digali, dan betapa terkejut semua keluarganya waktu melihat Sri Wasiati sudah tidak bernyawa lagi. Tetapi apa yang dapat diperbuat, meski para Adipati juga ikut menyesal, karena nyawa seorang putri ayu tidak dapat diselamatkan lagi.

              Sri Wasiati mengambil langkah itu bukan tidak beralasan. Sebab bila salah satu Adipati yang melamar diterima, tentu kondisi Desa Limbasari akan menjadi kacau. Karena Adipati lain yang lamarannya ditolak, tentu akan membalas dendam. Hal itulah yang tidak diinginkan oleh Sri Wasiati, sehingga demi masyarakat di desanya, dirinya rela berkorban jiwa. Setelah ditinggal mati oleh putrinya, ayah ibunya lalu meninggalkan padepokannya dan bermukim di Srandil sampai akhir hayatnya.

              Sri Wasiati setelah meninggal dunia lalu mendapatkan julukan “Putri Ayu Limbasari’ yang benar-benar cantik lahir batin. Hingga sekarang makam Putri Ayu Limbasari masih terjaga dengan baik. Lokasinya di seberang Galeri Batik Muning Sari, dan masih dianggap keramat. Makam itu diperkirakan berada di bekas Padepokan Limba Sari. Namun sisa-sisa bekas padepokan sekarang sudah tidak ada.Nah itulah Desa Limbasari Kecamatan Bobotsari, yang terletak 15 kilometer utara pusat kota Purbalingga. Di desa ini terdapat banyak potensi wisata yang belum dikelola seperti obyek wisata alam Patrawisa , terletak di lembah gunung Tukung dan gunung Pelana, yang kecantikan alamnya mampu memikat hati seseorang untuk berkali-kali datang mengunjunginya. Untuk menuju bendungan Patrawisa dibutuhkan waktu 30 menit berjalan kaki dari Limbasari, karena jaraknya hanya 1,7 kilometer. Patrawisa adalah sebuah bendungan yang berada di muara sungai Tungtung Gunung dan Sungai Wlingi. Selain itu juga terdapat air terjun mini, serta sendang-sendang jernih yang bisa membuat hati pengunjung terpesona.

Sumber: https://kecamatanbobotsari.purbalinggakab.go.id/legenda-putri-ayu-limbasari/

Setelah membaca Legenda Putri Ayu Limbasari, silakan jawab pertanyaan yang ada di tautan berikut ini !

https://forms.gle/cnxBQ2TU1HMqBZ7P6

Share:

GLS 22 JANUARI 2026

 Bacalah Cerita Fiksi di bawah ini!

Danau Toba

Di sebuah desa kecil di tepi Danau Toba, hiduplah seorang pemuda bernama Togar. Ia dikenal sebagai nelayan yang gigih dan penuh semangat, meski hidupnya sederhana. Setiap hari, Togar berlayar dengan perahu kayunya untuk menangkap ikan di danau yang luas. Danau Toba bukan sekadar tempat mencari nafkah bagi Togar, tetapi juga tempat di mana ia merasa paling tenang dan damai.

Suatu hari, saat matahari terbenam, Togar mendapati sesuatu yang aneh di tengah danau. Di atas permukaan air yang tenang, muncul cahaya terang yang seakan memanggilnya. Dengan penasaran, ia mendayung perahunya mendekati cahaya itu. Sesampainya di sana, ia melihat sebuah batu besar yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Di atas batu itu, terukir gambar naga dengan ekor panjang yang menjalar hingga ke dasar danau.

Keesokan harinya, Togar menceritakan temuannya kepada penduduk desa. Beberapa orang menganggapnya hanyalah khayalan belaka, sementara yang lain merasa khawatir dan percaya bahwa itu adalah pertanda dari leluhur mereka. Menurut legenda yang beredar di desa, Danau Toba konon diciptakan oleh seekor naga raksasa yang mengorbankan dirinya demi melindungi penduduk dari bencana alam ribuan tahun yang lalu.

Semakin hari, Togar merasa ada sesuatu yang menariknya untuk kembali ke batu misterius itu. Ia merasa seolah-olah ada kekuatan yang memanggil namanya setiap kali ia mendekati danau. Suatu malam, saat bulan purnama bersinar terang, Togar memutuskan untuk kembali ke tempat batu itu muncul. Ia mendayung perahunya tanpa ragu, mengikuti suara di dalam hatinya.

Saat Togar sampai di tempat batu itu lagi, tiba-tiba air di sekitar perahunya mulai berputar. Ia merasa angin kencang datang dari arah danau, meskipun cuaca tampak tenang. Dari kedalaman danau, muncul sosok seekor naga berwarna emas dengan mata menyala. Naga itu berbicara kepadanya dalam suara yang dalam dan bergema, “Aku adalah penjaga Danau Toba. Apa yang kamu cari di sini, wahai pemuda?”

Dengan gemetar, Togar menjawab, “Aku tidak mencari apa-apa. Aku hanya penasaran dengan batu yang muncul di tengah danau ini.” Naga itu tersenyum tipis dan berkata, “Batu itu adalah pintu menuju masa lalu. Hanya yang berhati murni yang bisa melihatnya. Kamu telah terpilih untuk menjaga warisan ini.”

Togar terkejut mendengar kata-kata naga itu. Ia tak pernah berpikir bahwa dirinya akan dipilih untuk tugas sebesar itu. Naga tersebut kemudian memberitahunya bahwa di bawah danau, tersembunyi kerajaan kuno yang telah hilang selama ribuan tahun. Hanya orang terpilih yang bisa mengaksesnya dan melindungi rahasia besar yang tersimpan di dalamnya.

Setelah pertemuan dengan naga emas itu, hidup Togar berubah. Ia kini merasa memiliki tanggung jawab besar terhadap desa dan Danau Toba. Ia tidak hanya berperan sebagai nelayan biasa, tetapi juga sebagai penjaga danau yang mengetahui rahasia besar di balik legenda. Meski tugasnya berat, Togar merasa bangga karena telah dipercaya oleh leluhur mereka.

Sejak saat itu, Togar lebih sering mengunjungi batu misterius di tengah danau, tapi tidak untuk mencari jawaban, melainkan untuk menjaga keseimbangan alam dan memastikan rahasia tetap tersimpan dengan baik. Penduduk desa, yang tadinya skeptis, mulai menghormati Togar dan percaya bahwa ia adalah penjaga danau yang telah lama dinantikan.

Danau Toba, dengan segala keindahannya, kini tidak hanya menjadi sumber kehidupan bagi penduduk desa, tapi juga tempat di mana legenda hidup dan terus terjaga. Togar, dengan segala keberanian dan ketulusannya, menjalankan tugasnya sebagai penjaga danau dengan penuh tanggung jawab, hingga akhirnya ia dikenal sebagai pahlawan yang tak hanya menjaga danau, tapi juga hati rakyatnya.


Kerjakan soal pada link di bawah ini 

https://forms.gle/dQ8hxqm1wdVs9nyJ9

Share:

GLS 15 JANUARI 2026

 

Memilih Jasa Kurir yang Tepat

Di era digital, jasa pengiriman barang menjadi sangat penting. Pak Budi ingin mengirimkan paket dari Kota Jakarta ke Kota Bandung yang berjarak sekitar 150 km. Ia memiliki tiga pilihan moda transportasi pengiriman dengan karakteristik yang berbeda-beda.

Kecepatan kendaraan sangat dipengaruhi oleh jenis jalan dan kepadatan lalu lintas. Pak Budi harus mempertimbangkan waktu tempuh agar paketnya sampai tepat waktu sebelum toko tujuan tutup pada pukul 17.00 WIB.

Berikut adalah tabel rata-rata kecepatan dan waktu istirahat untuk setiap armada pengiriman:

Jenis Armada

Kecepatan Rata-rata

Waktu Istirahat/Wajib Berhenti

Sepeda Motor

50 km/jam

15 menit (setiap 1 jam perjalanan)

Mobil Box

60 km/jam

30 menit (setiap 2 jam perjalanan)

Truk Besar

40 km/jam

Tidak ada istirahat

 

Jawablah pertanyaan pada link berikut: https://forms.gle/xm7cNCmhk6W6HLzQ6

 

Share:

GLS Kamis, 8 Januari 2026

Ujian Terakhir dan Secarik Kertas

 

Raka, siswa paling cerdas di SMP Bintang, selalu menduduki peringkat pertama. Namun, ia tidak pernah benar-benar merasa puas; tekanan untuk selalu sempurna membuatnya gelisah. Ujian Akhir Semester (UAS) kali ini adalah penentu apakah ia bisa mendapatkan beasiswa impiannya. Aula ujian terasa dingin, hening, hanya ada suara gesekan pensil.

Soal matematika kali ini sangat sulit, bahkan untuk Raka. Dua soal terakhir membuatnya buntu. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya. Saat ia menghela napas, matanya tak sengaja menangkap gerakan dari bangku depan. Dinda, teman sebangkunya yang dikenal sering mendapat nilai pas-pasan, dengan cepat menyembunyikan secarik kertas kecil di bawah lengannya. Raka tahu itu adalah contekan.

Saat pengawas ujian, Bu Ratna, berbalik ke papan tulis, Dinda secara tak seng sengaja menjatuhkan kertas itu ke lantai. Kertas itu meluncur, tepat berhenti di bawah sepatu Raka. Ini adalah kesempatan emas. Dalam kertas itu mungkin ada jawaban untuk dua soal yang memusingkannya. Jantung Raka berdetak kencang. Jika ia menggunakan ini, ia pasti mendapat nilai sempurna dan beasiswa aman. Namun, ia akan mengkhianati prinsip kejujuran yang selalu ia junjung.

Raka menunduk, tangannya menyentuh kertas itu. Tepat saat jari-jarinya akan meraih, ia teringat kata-kata ayahnya: “Nilai sempurna yang didapat dengan kecurangan tidak akan pernah memberimu kedamaian sejati, Nak.” Raka menarik tangannya. Ia melihat Dinda melirik cemas ke arahnya. Alih-alih mengambilnya, Raka dengan gerakan cepat menendang pelan kertas itu hingga terdorong jauh ke bawah meja pengawas.

Dinda terkejut dan sedikit pucat, tapi ia mengerti. Raka kembali ke soalnya, memutuskan untuk menyerahkan lembar jawabannya apa adanya. Ia meninggalkan dua soal itu kosong, menerima kenyataan bahwa nilainya mungkin tidak sempurna.

Dua minggu kemudian, hasil UAS diumumkan. Raka mendapat nilai 95, ia kehilangan 5 poin dari dua soal yang kosong. Ia masih menduduki peringkat pertama, tetapi selisihnya sangat tipis. Bu Ratna memanggilnya ke depan.

“Raka, kamu tahu kamu bisa menjawab dua soal itu, bukan?” tanya Bu Ratna lembut. Raka mengangguk. Bu Ratna lalu tersenyum. “Saat ujian, saya melihat ada kertas jatuh. Saya perhatikan kamu tidak mengambilnya, melainkan mendorongnya jauh dari jangkauanmu. Kejujuranmu, Nak, jauh lebih berharga daripada nilai 100.”

Raka akhirnya mendapatkan beasiswa itu. Bukan karena nilainya yang nyaris sempurna, tetapi karena rekomendasi khusus dari Bu Ratna yang menyoroti integritas dan kejujurannya yang teguh. Raka belajar, bahwa nilai sejati dari pendidikan adalah karakter, bukan sekadar angka.

 

https://www.brainacademy.id/blog/contoh-cerita-pendek


Setelah selesai membaca, silakan klik tautan berikut ini untuk mengerjakan soal latihan ! Jawablah soal-soal tersebut dengan baik dan benar !

https://forms.gle/QVHWBZGFQybeGjRZ9

Share:

GLS 27 November 2025

Bacalah Teks Pidato berikut ini! 

Pidato Hari Guru Nasional 2025 Resmi Kemendikdasmen, 
Tema: Pengabdian Guru di Tengah Tantangan Zaman

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Salam sejahtera dan bahagia untuk kita semua.

Yang saya hormati para guru, staf sekolah, serta seluruh peserta upacara yang saya banggakan,

Setiap tanggal 25 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Guru Nasional sebagai ungkapan syukur dan penghargaan atas dedikasi para pendidik yang telah mengabdikan hidupnya untuk mencerdaskan generasi penerus. Peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk merenungkan kembali betapa besarnya peran guru dalam perjalanan hidup kita semua. Menjadi guru bukan sekadar profesi yang dijalankan sebagai rutinitas, melainkan panggilan jiwa yang menuntut pengorbanan, ketekunan, dan keikhlasan.

Di tengah derasnya arus perkembangan zaman, para guru berada pada posisi yang tidak mudah. Dunia pendidikan berubah dengan cepat: kurikulum diperbarui, cara belajar generasi muda bergeser, teknologi berkembang tanpa henti. Semua itu menuntut guru untuk terus beradaptasi, mempelajari hal-hal baru, dan meninggalkan cara-cara lama yang mungkin sudah tidak relevan. Namun, di balik semua perubahan itu, satu hal yang tetap melekat pada sosok guru adalah semangat mereka untuk mendidik tanpa pamrih.

Tidak jarang seorang guru menghabiskan waktu berjam-jam di luar tugas formalnya. Ada guru yang masih sibuk mempersiapkan materi ketika siswa sudah pulang, ada yang memikirkan strategi agar pembelajaran lebih menarik, bahkan ada yang rela menjadi tempat curhat bagi siswa yang sedang menghadapi masalah pribadi. Mereka bukan hanya hadir sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang mengerti bahwa setiap anak memiliki kebutuhan dan tantangan masing-masing.

Kita sering melihat bagaimana guru mencoba memahami karakter siswa satu per satu, menyesuaikan gaya mengajar mereka agar semua dapat mengikuti pelajaran. Ini bukan pekerjaan ringan. Dibutuhkan kesabaran, empati, dan keteguhan hati. Banyak di antara kita mungkin tidak menyadari bahwa di balik setiap tugas yang kita kerjakan dan setiap keberhasilan yang diraih, ada sosok guru yang pernah percaya pada kemampuan kita, bahkan ketika kita sendiri belum yakin.

Hari ini, marilah kita renungkan kembali betapa mulianya profesi ini. Guru tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi menanamkan nilai, membentuk karakter, dan menumbuhkan harapan. Dari ruang kelas yang sederhana hingga sarana belajar yang modern, guru selalu menjadi cahaya bagi generasi masa depan. Tanpa mereka, kita mungkin tidak akan berdiri di tempat kita sekarang.

Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih menghargai keberadaan guru. Penghargaan bukan hanya diberikan dalam bentuk ucapan, tetapi juga melalui tindakan: menghormati mereka, mendengarkan nasihat mereka, mengikuti arahan mereka, dan menjaga nama baik sekolah serta diri sendiri sebagai wujud penghormatan terhadap jerih payah mereka.

Semoga para guru selalu diberi kesehatan, kesabaran, dan kekuatan untuk terus menjalankan tugas mulia ini. Semoga setiap lelah mereka dibalas dengan kemajuan anak-anak bangsa yang kelak mampu membawa Indonesia menjadi negara yang semakin maju dan bermartabat.

Selamat Hari Guru Nasional. Terima kasih atas segala pengabdian, ketulusan, dan cinta yang telah diberikan bagi pendidikan anak-anak Indonesia.

Kerjakan soal berikut ini 
Share: